Kelas

Admin
Kamis, 04 April 2019

INKLUSI / ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

     PENDIDIKAN INKLUSI

Pendidikan inklusi adalah sistim pendidikan Nasional yamg menyertakan semua anaksecarabersama dalam suatu iklim dan proses pembelajaran dengan layanan pendidikan yang layak dan sesuai dengan profesi, kemampuan ,dan kondisi dan kebutuhan individu perserta didik tanpa membedakan latar belakangkondisi sosial , ekonomi,politik , suku, bahasa, jenis kelamin, agama stau kepercayaan, serta perbedaan kondisi fisik maupun mental.

Maksud penyelenggaraan pendidikan inklusi adalah menyelenggarakan layanan pendidikan melaluiproses pembelajar yang memadai bagi peserta didik yang berlatar belakang dan kebutuhan yang berbeda-beda dalam suatu satuan pendidikan.

Dalam rangka memberikan akses seluas-luasnya bagi semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan maka KB Islam Pelangi Anak Negeri melaksanakanPeraturan Walikota Yogyakarta Nomor 47 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan Pendidikan Inklusi dengan mengakomodir dalam pelaksanaan kurikulum yang disesuaikan  antara peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus  dengan kondisi sekolah.Hal ini dimaksudkan untuk mencapai salah satu tujuan dari Convention on the Rights of Person with Disabilities and Optional Protocol yang disahkan pada Maret 2007 yaitu adalah mendorong terwujudnya partisipasi penuh difabel dalam kehidupan masyarakat.

Tujuan Pendidikan Inklusi adalah:

1. Terpenuhnya hak atas pendidikan yang layak dan terpenuhnya akses seluas-luasnya bagi semua anak termasuk berkebutuhan khusus

2. Terwujutnya pemerataan penyelenggaraan system pembelajaran yang layak dan berkualitas sesuai dengan kondisi, pontensi dan kebutuhan individu siswa ;

3. Terwujudnya pembentukan manusia sosial yang menjadi bagian integral dari keluarga,masyarakat dan bangsa

Karakteristik pendidikan inklusi adalah :

           1. Menerima peserta didik  tanpa membedakan latar belakan sosial, ekonomi, politik,  suku , bahasa, jenis kelamin,            agama/kepercayaan serta perbedaan kondisi fisik maupun mental

           2. Proses pembelajaran diselenggarakan bersama serta partisipatorik dan berpudat pada keragaman pontensi,  kondisi,       kemampuan dan kebutuhan peserta didik.

           3. Materi dan penilaian pembelajaran disesuaikan dengan keragaman pontensi kondisi, kemampuan dan kebutuhan peserta didik